Video ini sangat menarik dimana
dalam video ini diceritakan kisah perjuangan dr. Riny Sari yang merupakan
dokter relawan di rumah sakit apung. Terlihat dari video ini bahwasanya Riny
sebenarnya bukanlah dokter yang tidak mampu sehingga harus bekerja ditempat
yang jauh. Melainkan, dia adalah dokter yang berkecukupan namun merelakan
tenaga dan pikirannya untuk menjadi relawan di rumah sakit apung di distrik Babo,
daerah terpencil di Papua.
Video ini juga menarik karena banyak
sekali tanntangan di dalamnya. Beragam karakter pasien yang membuatnya menjadi
berbeda dengan lainnya. Seperti halnya yang sering terjadi di wilayah ini
yaitu, banyak pasien yang bersikeras menunggu keluarga untuk merembukkan
keputusan tindakan yang akan dilakukan kepadanya. Selain itu, ada juga keinginan
pasien yang tiba-tiba berubah tidak mau dilakukan tindakan padahal dia sudah
berada diatas meja operasi. Tidak jarang
pula datang pasien dengan kegawatan. Sehingga, sangat dibutuhkan
kekompakan dalam bekerja dengan sesama teman sejawat apalagi dengan segala keterbatas
rumah sakit apung ini. Selain hal-hal diatas, yang menjadi menarik dalam video
ini yaitu mereka terus bisa bertahan dan memberikan pelayanan yang optimal
walaupun kesediaan logistik yang rendah dikarenakan jauhnya distrik Babo ini dari
Pulau Jawa.
Video ini sangat berkesan dalam benak saya. Hal pertama yang membuat saya
berkesan yaitu tidak ada yang pernah menjanjikan sepeser uangpun kepada dr.Riny apabila dia bekerja di rumah
sakit apung ini, tapi semangatnya untuk memajukan kesehatan distrik Babo tidak pernah surut
sedikitpun. Prinsipnya adalah “Jangan orientasi ke uang.” ,baginya uang
bukanlah menjadi hal yang utama dalam pekerjaannya. Cukup dengan menjadikan daerah
terpencil itu sehat sudah memuaskan batinnya. Selain itu keterbatas dalam segala
aspek tidaklah membuat surut semangat 13 relawan di rumah sakit apung tersebut.
Salah satu contoh keterbatasan yaitu keterbatasan dalam segi fasilitas dan SDM
yang kurang untuk menangani kasus-kasus yang beragam di daerah tersebut.
Sebagai dokter jangan pernah berorientasi dengan uang. Karena profesi
kita ini adalah profesi yang merupakan profesi semi amal, maka jangan
orientasikan profesi ini pada materi tapi orientasikanlah pada pahala dari yang
diatas. Apabila dalam benak kita sudah tertanam hal tersebut, maka bagamanapun
keadaannya tidak akan pernah ada kata lelah dan keluh kesah dalam menjalani profesi mulia ini. Selain itu, semangat dan
kemauan merupakan tahap awal dari segala pengabdian dan pengorbanan panjang
ini. Sekarang yang dapat kita lakukan adalah semangat dalam belajar dan nanti
yang harus kita lakukan adalah semangat dalam bekerja.Karena sebenarnya, tidak ada
satupun kesempatan sebesar ini, tidak ada satupun tanggung jawab sebesar ini,
dan tidak ada satupun tugas sebesar ini, selain dokter. Kita harus dapat memanfaatkan
kesempatan ini sebaik mungkin dengan selalu dapat mempertanggungjawabkan segala
amanah besar ini dengan benar.
Hal-hal lain yang dapat menginspirasi diri saya adalah tidak ada hal yang
tidak mungkin untuk dilakukan sebagai seorang manusia. Mungkin awalnya rumah
sakit diatas air tidaklah pernah terbersit diatas kepala masyarakat ataupun
dalam kalangan dokter sendiri. Namun, ternyata rumah sakit diatas air ini dapat
terealisasikan dengan sempurna dan memberi banyak manfaat bagi kesehatan
Indonesia. Bahkan, rumah sakit apung juga mendapat respon positif dari masyarakat luas. Terbukti dengan
banyaknya relawan hebat yang mau berpartisipasi di dalamnya, salah satunya
adalah dr. Riny Sari ini.