Jumat, 25 November 2016

Riny Sari Dokter Relawan Rumah Sakit Terapung di Papua


Video ini sangat menarik dimana dalam video ini diceritakan kisah perjuangan dr. Riny Sari yang merupakan dokter relawan di rumah sakit apung. Terlihat dari video ini bahwasanya Riny sebenarnya bukanlah dokter yang tidak mampu sehingga harus bekerja ditempat yang jauh. Melainkan, dia adalah dokter yang berkecukupan namun merelakan tenaga dan pikirannya untuk menjadi relawan di rumah sakit apung di distrik Babo, daerah terpencil di Papua.
Video ini juga menarik karena banyak sekali tanntangan di dalamnya. Beragam karakter pasien yang membuatnya menjadi berbeda dengan lainnya. Seperti halnya yang sering terjadi di wilayah ini yaitu, banyak pasien yang bersikeras menunggu keluarga untuk merembukkan keputusan tindakan yang akan dilakukan kepadanya. Selain itu, ada juga keinginan pasien yang tiba-tiba berubah tidak mau dilakukan tindakan padahal dia sudah berada diatas meja operasi. Tidak jarang  pula datang pasien dengan kegawatan. Sehingga, sangat dibutuhkan kekompakan dalam bekerja dengan sesama teman sejawat apalagi dengan segala keterbatas rumah sakit apung ini. Selain hal-hal diatas, yang menjadi menarik dalam video ini yaitu mereka terus bisa bertahan dan memberikan pelayanan yang optimal walaupun kesediaan logistik yang rendah dikarenakan jauhnya distrik Babo ini dari Pulau Jawa.
Video ini sangat berkesan dalam benak saya. Hal pertama yang membuat saya berkesan yaitu tidak ada yang pernah menjanjikan sepeser uangpun  kepada dr.Riny apabila dia bekerja di rumah sakit apung ini, tapi semangatnya untuk memajukan  kesehatan distrik Babo tidak pernah surut sedikitpun. Prinsipnya adalah “Jangan orientasi ke uang.” ,baginya uang bukanlah menjadi hal yang utama dalam pekerjaannya. Cukup dengan menjadikan daerah terpencil itu sehat sudah memuaskan batinnya. Selain itu keterbatas dalam segala aspek tidaklah membuat surut semangat 13 relawan di rumah sakit apung tersebut. Salah satu contoh keterbatasan yaitu keterbatasan dalam segi fasilitas dan SDM yang kurang untuk menangani kasus-kasus yang beragam di daerah tersebut.
Sebagai dokter jangan pernah berorientasi dengan uang. Karena profesi kita ini adalah profesi yang merupakan profesi semi amal, maka jangan orientasikan profesi ini pada materi tapi orientasikanlah pada pahala dari yang diatas. Apabila dalam benak kita sudah tertanam hal tersebut, maka bagamanapun keadaannya tidak akan pernah ada kata lelah dan keluh kesah dalam menjalani  profesi mulia ini. Selain itu, semangat dan kemauan merupakan tahap awal dari segala pengabdian dan pengorbanan panjang ini. Sekarang yang dapat kita lakukan adalah semangat dalam belajar dan nanti yang harus kita lakukan adalah semangat dalam bekerja.Karena sebenarnya, tidak ada satupun kesempatan sebesar ini, tidak ada satupun tanggung jawab sebesar ini, dan tidak ada satupun tugas sebesar ini, selain dokter. Kita harus dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin dengan selalu dapat mempertanggungjawabkan segala amanah besar ini dengan benar.
Hal-hal lain yang dapat menginspirasi diri saya adalah tidak ada hal yang tidak mungkin untuk dilakukan sebagai seorang manusia. Mungkin awalnya rumah sakit diatas air tidaklah pernah terbersit diatas kepala masyarakat ataupun dalam kalangan dokter sendiri. Namun, ternyata rumah sakit diatas air ini dapat terealisasikan dengan sempurna dan memberi banyak manfaat bagi kesehatan Indonesia. Bahkan, rumah sakit apung juga mendapat respon  positif dari masyarakat luas. Terbukti dengan banyaknya relawan hebat yang mau berpartisipasi di dalamnya, salah satunya adalah dr. Riny Sari ini.